bercerita
kembali ke catatan
6 menit bacaoleh the bercerita team

Kenapa kami menghapus tombol suka.

Tombol suka adalah elemen UI paling sukses dalam sejarah modern. Ia juga, diam-diam, seorang guru.

Ia mengajarimu menulis post yang akan dapat hati. Ia mengajarimu menilai dirimu dari jumlah. Ia mengajarimu bahwa ada tulisan yang lebih berharga dari tulisan lain, dan kamu harus tahu yang mana sebelum kamu mengirim.

Bercerita bukan tempat untuk pelajaran itu.

Sebagai gantinya, kamu bisa mengirim salah satu dari empat kejujuran kecil: aku mengerti. Kamu tidak sendiri. Kirim kekuatan. Aku mengalami juga. Masing-masing adalah kalimat tenang, bukan token poin. Jumlahnya baru muncul saat memang ada — tak ada nol, tak ada skor untuk dikejar.

Kami juga tidak menampilkan berapa banyak surat yang sudah kamu tulis, berapa total reaksi yang kamu terima, atau berapa orang yang membaca kata-katamu. Tak ada streak. Tak ada leaderboard. Tak ada profil untuk dibandingkan.

Hasilnya kecil. Orang tinggal karena kata-katanya berguna, bukan karena angkanya naik. Orang menulis apa yang perlu ditulis, bukan apa yang akan berkinerja.

Ini disengaja. Kami kehilangan beberapa metrik retensi yang tak akan pernah kami lihat. Kami tenang dengan itu.

kamu tak harus baik-baik saja dulu.

Baca surat anonim
kalau kamu suka ini

menarik napas…

Bahkan bulan butuh waktu untuk menjadi penuh.